Chlorine (TCCA) vs. Kaporit

poolexpert.ilmuiman.net

 

Salah satu produk unggulan Pool-Expert adalah klorin yang diimpor langsung dari luar negeri, meliputi TCCA Granular dan TCCA Tablet, yang merupakan bahan terbaik untuk penjernihan air dan pemeliharaan kolam renang. Harga TCCA relatif lebih mahal dibanding produk kaporit yang memiliki sejumlah kesamaan fungsi. Hal ini karena TCCA memiliki banyak keunggulan dibanding kaporit biasa.

 

Untuk keperluan kolam renang dan pabrik-pabrik tertentu, water treatment, dan penjernihan air tradisional yang sensitif terhadap harga, Pool-Expert juga menyediakan semacam klorin murah, yang disebut kaporit, atau calcium hipoklorit. Kaporit disediakan dalam berbagai varian, dengan konsentrasi berbeda-beda sesuai kebutuhan pelanggan, dan dengan sumber pemasok yang berbeda-beda pula tergantung kualitas yang diinginkan (Jepang, Tjiwi Kimia, dlsb).

 

Karena banyaknya permintaan kaporit, produk ini juga merupakan produk unggulan. Kebanyakan produk kaporit dibeli dari mitra atau pabrikan lokal yang merupakan market leader pada saat ini. Namun demikian, kadang bila ada permintaan dalam jumlah besar, special order yang tidak dapat dipenuhi oleh pabrikan di dalam negeri, kami juga melakukan impor untuk menjamin ketersediaan, harga, dan mutu kaporit.

 

Apa bedanya chlorine dengan kaporit? Itu adalah suatu pertanyaan yang lazim kami peroleh dari para pelanggan atau calon pelanggan yang relatif awam. Berikut ini secara ringkaskan coba akan kami jawab.

 

Pertama, Chlorine lebih mahal harganya dibandingkan dengan kaporit. Oke. Mengapa? Secara marketing, suatu produk lebih mahal dari produk lain tentu saja banyak faktornya, namun, mesti ada karakteristik fungsional tertentu yang menjustifikasi harga tersebut. Dalam hal ini, perlu dipahami, bahwa zat berkhasiat yang terkandung di dalam Chlorine maupun Kaporit adalah Chlor. Kandungannya, Chlorine lebih banyak daripada Kaporit. Chlorine mengandung chlor (90%), jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kaporit (60%, 65%, 70%, tergantung jenis kaporitnya). Itu adalah pembeda utama yang paling mendasar.

 

Unsur Chlor itu, adalah zat aktif sanitizer atau desinfektan atau pembunuh kuman atau pembasmi alga atau ganggang. Alga atau ganggang ini adalah biang keroknya yang membuat air kolam renang menjadi hijau. Selain untuk kolam renang, zat ini juga digunakan untuk keperluan water treatment sejenis untuk memperoleh kebeningan air sesuai yang diinginkan.

 

Hal lainnya, produk chlorine mengandung stabiliser yang membuatnya lebih tahan lama berada di air, lebih lama berfungsi sesuai peruntukannya. Chlorine ini tidak seperti kaporit yang cepat habis unsur chlor-nya karena menguap di bawah sinar matahari.

 

Apakah itu saja? Ada lagi perbedaannya. Yaitu perbedaan dalam pengaplikasiannya di kolam.

 

Chlorine yang lazim terdiri dari dua macam, yaitu chlorine tablet dan chlorine granular. Untuk pengaplikasiannya, Chlorine tablet tinggal dilempar ke dalam air, atau disimpan di floating chlorinator. Hampir sama praktisnya, untuk pengaplikasiannya, Chlorine granular tinggal ditebar di atas air kolam seperti petani menebar pupuk di sawah atau kebun.

 

Bagaimana dengan kaporit? Kaporit tidak bisa diaplikasikan secara sembarangan. Salah pengaplikasian, kaporit bisa menimbulkan letupan atau ledakan yang membuat mata pedas dan bisa menimbulkan sedikit kehebohan. Walaupun tidak benar-benar berbahaya, anda bisa bayangkan sendiri bagaimana dampaknya hal tersebut pada suatu kolam renang publik atau suatu hotel berbintang bukan? Pengaplikasian yang benar,... Kaporit  perlu dilarutkan dulu dengan air. Selanjutnya, larutan itulah yang dimasukkan ke dalam air, sedangkan endapannya dibuang. Endapan? Ya. Berbeda dengan chlorine, kaporit mengandung kapur (kalsium) sesuai namanya calsium hypochlorite. Yang berguna untuk penjernihan air kolam renang adalah unsur chlor-nya bukan kapur kalsiumnya.

 

Dalam jangka panjang, endapan kapur di dalam sistem pemipaan akan mengurangi aliran air dalam pipa yang akibatnya sistem sirkulasi air air akan makin melambat dan air kolam renang akan sering mengalami gangguan. Demikian pula, adanya endapan di kuku-kuku atau di badan, sering membuat perenang merasa kurang suka juga.

 

Di sisi lain, bagi kolam renang tertentu, pekerjaan melarutkan kaporit dan seterusnya itu, dan sedikit kerepotan terkait pengaplikasian kaporit, masih dianggap belum seberapa dibanding penghematan yang bisa diperoleh dari sisi harga belinya, sehingga kaporit ini masih terus saja ada pemakainya.

 

Ibarat mobil, chlorine adalah mobil mewah, sedangkan kaporit adalah mobil rakyat. Okelah, mobil rakyat memang ada kelemahannya, dari sisi kenyamanan yang agak kurang, kinerja yang juga pas-pasan, keamanannya juga mungkin secukupnya saja, teknologinya juga tidak seberapa canggih, dan seterusnya, tapi kan mobil mewah itu harganya mahal? Jadilah kedua jenis produk ini memiliki pasar dan segmennya sendiri-sendiri, dan kedua-duanya tetap dibutuhkan oleh masyarakat pemakai.

 

Begitulah sekilas tentang perbandingan Chlorine vs. Kaporit. (YW/AJR. Rev. Des09)